Blog

June 29, 2018

ARC dan Pengembangan Inovasinya

Bersamaan dalam upaya meningkatkan kualitas atsiri khususnya minyak nilam Aceh, Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala melalui program kerja sama dengan Korea dan dukungan Kemenristek Dikti terus melakukan inovasi-inovasi. Inovasi pertama yang dilakukan ARC yaitu melalui teknologi penyulingan dengan menggunakan ketel. Teknologi ketel yang telah dirancang diharapkan dapat menghasilkan kualitas minyak nilam sebagaimana yang diharapkan industri parfum. Bening keemasan tidak berwarna hitam pekat adalah spesifikasi yang diinginkan oleh industri parfum dunia.

Ketel Penyulingan

Sebelumnya 70 persen kebutuhan nilam dunia berasal dari Aceh, namun sekarang tinggal 10-15 persen karena tataniaga yang tidak terjaga dengan baik. Kebutuhan nilam dunia sekarang beralih ke Sulawesi padahal kualitasnya jauh di bawah nilam Aceh.

Sebenarnya pasar lokal Indonesia juga sangat memerlukan nilam Aceh untuk dicampur dengan minyak nilam dari daerah lain. Itu artinya, kualitas nilam Aceh mampu mendongkrak kualitas minyak nilam lain untuk kepentingan ekspor. Kebutuhan nilam dunia saat ini mencapai 1.500 ton/tahun dan dari jumlah itu 90 persen dipasok Indonesia. “Penghasil nilam terbesar saat ini Sulawesi Tenggara padahal pada era 90-an pasokan terbesar untuk kebutuhan dunia berasal dari Aceh.

Disamping dilakukannya penyulingan minyak nilam yang baik untuk hasil yang diharapkan, ARC juga mencoba mengembangakan produk turunan minyak nilam dengan tujuan untuk memperkuat agroindustry di Aceh. Adapun beberapa pelatihan yang telah dilakukan oleh ARC dalam beberapa waktu ini antara lain, pelatihan pembuatan sabun, balsem, parfum, aroma terapi dan pelatihan pembuatan lilin. Pelatihan ini dilaksanakan di lab ARC sendiri dengan dihadiri oleh puluhan peserta beberapa diantaranya dari empat daerah, yaitu Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Gayo Lues serta dari Ikatan Wanita Pengusahan Indonesia (IWAPI).

Pelatihan pembuatan sabun

Pelatihan pembuatan balsem

Harapannya setelah dilakukan pelatihan produk turunan nilam ini, peserta dapat mengaplikaskan di daerahnya masing-masing guna menambah pendapatan daerah juga menjadikannya produk unggulan.

Lilin aromaterapi

Tidak hanya dilakukannya pelatihan produk turunan nilam, dalam waktu yang bersamaan ARC juga melaukan pelatihan branding and marketing. Pelatihan ini dilaksanakan  agar peserta mendapatkan ilmu mengenai cara pemasaran dan penjualan. Beberapa pakar branding and marketing dihadirkan yaitu, Dr. Iskandar Madjid selaku direktur UKM Center FEB Unsyiah, Hijrah Saputra selaku owner Piyoh Aceh, Suraiya Khamarruzaman selaku aktivis perempuan Aceh dan Erna Wati selaku dosen ekonomi pembangunan Unsyiah.

Materi oleh Dr. Iskandar Majdid

Materi oleh Hijrah Saputra

 

 

Kegiatan
About Resti Handayani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *